Terjemahan dan Makna Lagu Sugarplum Elegy by NIKI
☆ Henlooo, catlings ᓚ₍⑅^..^₎♡
Oh, hiii, catlings! Akhir-akhir ini, catlings merasa kedinginan ga, sih? Lalu, selain itu, sudah mulai banyak perintilan musim dingin, seperti pohon natal, lampu tumblr, benda-benda berwarna merah atau hijau, dan masih banyak lagi. Benar-benar sudah masuk musim dingin! Nah, selain itu, jika kalian sadar, beberapa lagu juga lebih sering kita dengar akhir-akhir ini, seperti lagu Jingle Bell Rock, Christmas Carol, dan lainnya. Itulah yang dinamakan seasonal songs, catlings. Lagu yang biasanya dibuat untuk musim-musim tertentu.
Seperti yang catlings tahu, Litcat juga pernah membuat artikel yang membahas lagu NIKI yang berjudul Backburner dan di artikel sebelumnya pun, salah satu top 5 lagu yang sering kudengarkan yaitu lagu NIKI juga. Hahaha, I love her voice so much! Nah, bisa kalian tebak, salah satu seasonal songs favorit Litcat yaitu lagu NIKI juga hahaha, tapi yang ini berjudul Sugarplum Elegy. Yuk, dengarkan lagunya terlebih dahulu! Untuk kalian yang juga ingin sambil melihat liriknya, boleh lihat disini, ya
Yuk, kita bahas dari judul lagunya terlebih dahulu. Sugarplum Elegy. Orang Indonesia sepertinya agak kurang familiar dengan "Sugarplum." Kata tersebut merujuk kepada permen kecil dan keras yang terbuat dari gula yang dikeraskan, lalu dilapisi dengan biji-bijian, kacang-kacangan, atau mungkin rempah-rempah, dan biasanya dimakan saat malam natal. Jadi, bukan permen yang terbuat dari buah plum. Kata plum hanya digunakan karena bentuknya yang mirip. Lalu, "Elegy" sendiri bisa merujuk kepada lagu ataupun puisi yang berisikan ratapan atau kesedihan. Jika dilihat, kedua kata tersebut mempunyai arti yang kontradiktif. Yap, tebakan kalian benar, catlings! Lagu ini menceritakan kisah cinta yang bittersweet (perpaduan elemen positif dan negatif dalam waktu yang bersamaan).
Nah, kita beralih ke liriknya. Bahkan, jika kita baca, lirik bait kedua, 'Air's getting cold, our bed's startin' to creak,' sudah menunjukkan bahwa hubungan percintaan mereka sedang tidak baik-baik saja. Klausa '...our bed's startin' to creak' bukan semata-mata diartikan 'tempat tidur kita mulai berderit', tetapi juga menunjukkan perasaan tidak nyaman, tidak aman, dan ketegangan, karena tempat tidur (pendirian atau fondasi) itu sudah mulai koyak. Ditambah dengan beberapa bait lirik dibawahnya.
'I'm here waiting for love through a screen', 'Must be nice to be your clothes', 'Sometimes I wish you'd put me first', 'How was Taiwan? (you never say)', seakan-akan menggambarkan bahwa kita sudah tidak menjadi prioritas atau sesuatu yang penting bagi orang tersebut. Kita hanya ingin dimengerti, merasakan mutual understanding (saling pengertian), tetapi nyatanya hanya kita yang terus berjuang dalam hubungan ini. Lagu ini menurutku memang sepertinya mendefinisikan perasaan kesepian sebelum putus hubungan, tetapi kita tidak bisa mengatakan kata "putus" atau "berakhir" karena sebenarnya kita terus menutup mata tentang kebenaran pahit ini, menganggap semuanya baik-baik saja. Tetapi, rasanya sudah berbeda, kan? Ibaratnya, seperti ketika kamu menggunakan sepatu, kamu memaksa memakai sepatu kiri ke kaki kanan dan sebaliknya. Kita bisa tetap jalan atau bahkan berlari, tetapi rasanya sangat tidak nyaman, kan? Karena tidak cocok dan memang tidak seharusnya dipakai berselingan, kan? Lalu, kenapa kamu masih memaksakan hal tersebut walaupun itu salah? Nah, itulah yang ingin disampaikan NIKI.
Lirik ini juga membuat semuanya semakin miris, 'Must I die before you feel alive? (ooh)' Saking putus asanya dengan semua ini, dia sampai berpikir untuk mengakhiri hidupnya agar sang lawan bicara bisa merasakan kebahagiaanya lagi. Hal tersebut seakan-akan tidak seimbang, dimana sang pembicara sangat berusaha untuk mempertahankan hubungannya sampai mengorbankan sesuatu, sedangkan sang lawan bicara seakan-akan menganggap remeh semua ini. Ditambah dengan lirik, 'A curse in a graceful disguise', yang menunjukkan bahwa sesuatu yang mereka tunjukkan, sesuatu yang terlihat baik di mata orang itu menutupi hubungan mereka yang toxic dan menyakitkan dibawahnya.
Lalu, klausa yang Litcat suka dari lagu ini yaitu di lirik bait terakhir, 'I'm so proud I got to love you once.' Hal itu menggambarkan bahwa ini memang sudah saatnya untuk mengakhiri semua ini, tetapi tetap saja Ia tidak akan menyesal pernah mencintai orang tersebut, seakan-akan dirinya berkata, 'terima kasih untuk semuanya, tetapi saat ini aku harus mengumpulkan semua cinta tersebut untuk diberikan kepada diriku sendiri.' Hahaha, entah kenapa klausa ini selalu terngiang-ngiang di benak Litcat (the bittersweetness is really getting real here).
Ah, hampir lupa! Akhir-akhir ini, ketika Litcat bosan, biasanya aku coba-coba terjemahkan beberapa teks, salah satunya lagu Sugarplum Elegy ini. Jika kalian mau membacanya, boleh klik link ini, ya! Ah ya, itu bukan hasil terjemahan terbaik dan bisa saja agak berbeda dengan terjemahan yang kalian temukan. Tetapi, seperti apa yang dikatakan di artikel sebelumnya, terjemahan itu bisa saja berbeda 'bentuk,' tetapi yang penting pesannya tetap tersampaikan. Aku harap kalian suka dengan hasil terjemahanku!
Jadi, bagaimana, catlings? Apakah ada yang pernah merasakan hal yang sama seperti apa yang disampaikan NIKI di lagu ini? Aku harap kalian sembuh ya dari luka itu. Oh iya, jika kalian masih ingin berdiskusi atau bertanya, bisa tinggalkan pesan di kolom komentar, ya, catlings.

Comments
Post a Comment